Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Skrining TBC di Pondok Pesantren Al Azhar (Kalijaya) dan Al Badar (Bojongsari)
Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Skrining TBC di Pondok Pesantren Al Azhar (Kalijaya) dan Al Badar (Bojongsari)
Alian -- Puskesmas Alian kembali melaksanakan kegiatan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) pada bulan Oktober 2026 sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan santri melalui pelayanan dan skrining kesehatan serta edukasi perilaku hidup sehat di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan di PP Darul Quran, Desa Surotrunan, pada Jumat (2/10/2026) dan PP Al Azhar, Desa Kalijaya, pada Selasa (13/10/2026).
Kegiatan Poskestren di PP Darul Quran, Desa Surotrunan, dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari dr. Zahra Alaydrus, bidan desa Dwi Sulistiani, A.Md.Keb., perawat desa M. Agus Afif F, A.Md.Kep., dan Siti Nurbaenani, A.Md.Kep., dengan dibantu kader posyandu serta kader TBC. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 61 santri menjalani pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 22 santri putra dan 39 santri putri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat satu santri yang dirujuk ke Puskesmas Alian karena permasalahan kesehatan. Selain itu, tidak ditemukan santri yang teridentifikasi sebagai suspek TBC maupun memiliki risiko hipertensi berdasarkan hasil skrining.
Sementara itu, kegiatan Poskestren di PP Al Azhar, Desa Kalijaya, dilaksanakan oleh dr. Zahra Alaydrus, bidan desa Dea Septiana Putri, A.Md.Keb., perawat desa Subchan Tri Wibowo, A.Md.Kep., Siti Nurbaenani, A.Md.Kep., Yulia Afriani, A.Md.Kep., Siti Nurjanah, A.Md.Keb., dan Anifatun Mu’asyaroh, S.K.M. Sebanyak 34 santri mengikuti pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 19 santri putra dan 15 santri putri.
Dari hasil pemeriksaan di PP Al Azhar, terdapat satu santri putra yang dirujuk ke Puskesmas Alian untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait permasalahan kesehatan telinga dan gigi. Selain itu, ditemukan satu santri dengan keluhan batuk yang memerlukan pemeriksaan dahak untuk memastikan ada atau tidaknya kuman penyebab TBC maupun infeksi lainnya. Hasil skrining juga menunjukkan tidak ditemukan santri dengan risiko hipertensi. Namun, terdapat tujuh santri putra yang diketahui merokok sehingga memerlukan edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok bagi kesehatan.
Tidak hanya memberikan pelayanan dan skrining kesehatan, termasuk skrining risiko penyakit tuberkulosis (TBC), tim Poskestren juga memberikan edukasi kesehatan kepada para santri. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan reproduksi remaja, bahaya merokok, serta penyakit menular, khususnya hepatitis dan skabies. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri dalam menjaga kesehatan diri serta mencegah penularan penyakit di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan Poskestren, Puskesmas Alian berupaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini juga menjadi langkah promotif dan preventif untuk mendeteksi permasalahan kesehatan sejak dini, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh santri.
