Waspada Dampak Asap dan Abu Vulkanik terhadap Kesehatan
Waspada Dampak Asap dan Abu Vulkanik terhadap Kesehatan
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta abu vulkanik dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak pada kesehatan, khususnya saluran pernapasan. Partikel halus seperti PM2,5 pada asap dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta seperti asma, PPOK, penyakit jantung, dan diabetes.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, serta memantau informasi kualitas udara dan aktivitas gunung api melalui sumber resmi. Pada kondisi hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut dapat membantu melindungi saluran pernapasan. Masyarakat juga dianjurkan menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela saat diperlukan serta menghindari sumber polusi tambahan seperti asap rokok, pembakaran, dan penggunaan bahan bakar yang menghasilkan asap di dalam rumah.
Lindungi Anak dari Paparan Asap dan Abu Vulkanik
Bayi dan anak kecil merupakan kelompok yang rentan karena sistem pernapasan mereka masih berkembang dan frekuensi napasnya relatif lebih tinggi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Tetap berada di dalam rumah dan batasi aktivitas anak di luar ruangan ketika udara tercemar.
- Perhatikan penggunaan masker pada anak. Jangan memakaikan masker pada bayi berusia di bawah 2 tahun karena berisiko mengganggu pernapasan. Pada anak yang lebih besar, gunakan masker yang sesuai dan terpasang dengan baik.
- Jaga kebersihan udara di dalam rumah. Bila memungkinkan, gunakan pembersih udara dengan filter HEPA.
- Gunakan metode pembersihan basah, seperti mengepel menggunakan kain pel atau lap basah, untuk mengurangi debu dan abu yang beterbangan.
- Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Berikan ASI, susu formula, atau air putih sesuai usia dan kebutuhan anak.
- Hindari polusi tambahan di dalam rumah, termasuk asap rokok, obat nyamuk bakar, lilin, serta pembakaran kayu atau bahan lainnya.
Kenali dan Waspadai Tanda Bahaya Gangguan Pernapasan
Masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis apabila muncul keluhan seperti sesak atau kesulitan bernapas, batuk yang berat atau menetap, nyeri dada, lemas berat, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Kelompok dengan penyakit kronis juga perlu memastikan obat rutin tetap tersedia dan dikonsumsi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan memantau kualitas udara.
Mari bersama menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap asap dan abu vulkanik. Tetap tenang, ikuti informasi dari sumber resmi, dan segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami tanda bahaya.
------
Sumber: Kementerian Kesehatan RI dan informasi Badan Geologi/PVMBG.
